Ukuran pasar protein nabati bertekstur diperkirakan dalam dolar AS.

Amerika Serikat dan Kanada, 19 Maret 2025 (Global News Agency) – Pasar protein nabati bertekstur global mengalami pertumbuhan signifikan yang didorong oleh meningkatnya permintaan produk daging nabati dan penggunaannya yang luas dalam industri makanan dan minuman, menurut laporan komprehensif baru dari The Insight Partners.
Laporan ini memberikan analisis mendalam tentang tren pasar, pemain kunci, dan peluang masa depan. Protein nabati bertekstur (TVP) sering digunakan sebagai pengganti daging yang kaya protein dalam diet vegetarian dan vegan karena keserbagunaannya dan rasanya yang mudah dicerna. Permintaan TVP telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena semakin banyak orang yang beralih ke diet nabati karena kepedulian terhadap kesehatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan hewan.

Pertumbuhan Pasar: Pasar protein nabati bertekstur diproyeksikan tumbuh dari $1,93 miliar pada tahun 2024 menjadi $2,93 miliar pada tahun 2031, mewakili CAGR sebesar 6,1% dari tahun 2024 hingga 2031. Konsumen semakin mencari alternatif yang lebih sehat daripada produk hewani tradisional karena kekhawatiran tentang kolesterol, lemak jenuh, dan risiko kesehatan lainnya yang terkait dengan daging. Produk nabati seperti protein nabati bertekstur kaya akan protein dan rendah lemak, menjadikannya alternatif bergizi, terutama cocok untuk vegetarian, vegan, dan fleksitarian. Dampak lingkungan dari pertanian hewan, termasuk emisi gas rumah kaca, konsumsi air, dan degradasi lahan, mendorong peningkatan perhatian pada pilihan makanan berkelanjutan. Protein nabati bertekstur terbuat dari kedelai atau bahan nabati lainnya dan biasanya membutuhkan lebih sedikit sumber daya dan memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah daripada produksi daging.
Fleksitarianisme—pendekatan makan yang mengurangi konsumsi daging tanpa menghilangkannya sepenuhnya—semakin populer. Orang-orang semakin banyak memasukkan alternatif daging nabati, seperti protein nabati bertekstur, ke dalam diet harian mereka. Meningkatnya jumlah fleksitarian merupakan pendorong utama pertumbuhan pasar protein nabati, termasuk protein nabati bertekstur.
Pemerintah di seluruh dunia secara aktif mempromosikan konsumsi protein nabati: karena meningkatnya kekhawatiran tentang lingkungan dan manfaat kesehatan dari produk daging nabati, pemerintah di seluruh dunia secara aktif mendorong konsumsinya. Mereka juga secara aktif berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan daging nabati serta peluncuran produk baru. Pada tahun 2021, Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Korea Selatan mendirikan dana sebesar $70,3 juta dengan beberapa sub-dana yang secara khusus didedikasikan untuk sektor pangan dan pertanian. Strategi investasi Green Bio Fund berfokus pada perusahaan yang memproduksi daging nabati dan daging hasil kultur. Lebih lanjut, pada Juni 2022, Otoritas Standar Keamanan Pangan India (FSSAI) menyelesaikan peraturan untuk makanan vegan dan menciptakan kerangka peraturan independen untuk bahan makanan yang tidak mengandung bahan yang berasal dari hewan. Inisiatif-inisiatif dari negara-negara terkemuka ini telah meningkatkan permintaan akan makanan nabati. Pada tahun 2021, pemerintah Tiongkok menerbitkan pedoman diet baru, mengumumkan rencana untuk mengurangi konsumsi daging hingga 50%. Kementerian Kesehatan Tiongkok merekomendasikan agar warga membatasi konsumsi daging harian mereka hingga 40-75 gram. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca. Inisiatif pemerintah juga telah mendorong permintaan produk daging buatan.
Meningkatnya Popularitas Veganisme: Meningkatnya prevalensi obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya memicu kesadaran kesehatan yang semakin tinggi dan mendorong perubahan pola makan. Banyak orang memilih vegetarianisme karena meningkatnya kesadaran kesehatan. Selain itu, jumlah fleksitarian (mereka yang mengurangi konsumsi daging dan sesekali makan makanan vegetarian) semakin meningkat. Daging nabati secara luas dianggap lebih sehat daripada daging hewani. Meningkatnya popularitas veganisme juga dikaitkan dengan meningkatnya rasa empati terhadap hewan dan kesadaran akan kekejaman terhadap hewan di rumah potong hewan dan fasilitas serupa, yang meningkatkan kekhawatiran konsumen tentang kesejahteraan hewan. Faktor-faktor ini telah menyebabkan peningkatan permintaan akan alternatif daging seperti protein kedelai, protein kacang polong, tahu, dan tempe. Survei Finder tahun 2024 menemukan bahwa sekitar 4,7% orang dewasa di Inggris mengidentifikasi diri sebagai vegan, mewakili lebih dari 2,5 juta orang, meningkat dari sekitar 1,1 juta pada tahun 2023. Lebih lanjut, masakan vegan telah menjadi topik hangat di Kompetisi Koki Vegan yang diadakan di lebih dari 30 kota di AS, di mana restoran yang berpartisipasi menampilkan hidangan vegan khas mereka. Dengan demikian, meningkatnya popularitas veganisme secara global diperkirakan akan membawa tren baru ke pasar protein nabati dalam beberapa tahun mendatang.
Protein nabati tekstil (TVP) adalah pengganti daging yang terbuat dari tepung kedelai tanpa lemak dengan tekstur yang mirip dengan daging. Karena keserbagunaannya dan kemampuannya untuk dengan mudah menyerap berbagai rasa, TVP sering digunakan sebagai alternatif kaya protein pengganti daging dalam diet vegetarian dan vegan. Permintaan TVP telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir karena semakin banyak orang yang menganut diet nabati karena alasan kesehatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan hewan. Dibandingkan dengan protein hewani tradisional, TVP tidak hanya terjangkau tetapi juga kaya protein dan ramah lingkungan, menjadikannya pilihan populer bagi konsumen yang mencari sumber protein alternatif.


Waktu posting: 23 Desember 2025