Bagaimana Sebuah Merek Inggris Membuat Tofu Menjadi Viral dan Menguasai 62% Pasar Inggris

ScreenShot_2026-03-20_100005_137

The Tofoo Co, yang didirikan oleh pasangan Inggris David Knibbs dan Lydia Smith, telah mendefinisikan ulang tahu di Inggris, mengubah bahan tradisional Asia ini menjadi produk trendi dan populer dengan pangsa pasar 62% pada tahun 2024. Yang lebih mengejutkan adalah inovasi berani mereka—meluncurkan tahu ukuran XXL (750g) seperti ukuran pakaian, sebuah langkah yang telah menarik perhatian konsumen.

Pada tahun 2016, pasangan ini mengakuisisi sebuah bengkel tahu artisanal kecil dengan pendapatan tahunan hanya £600.000. Pada tahun 2025, mereka telah mengembangkan bisnis tersebut menjadi senilai £32 juta, menentang penurunan 7% kategori makanan tanpa daging di Inggris dengan lonjakan pendapatan sebesar 19%. Kesuksesan mereka berasal dari penyelesaian masalah utama konsumen Inggris: "fobia tahu"—disebabkan oleh tahu yang terlalu berair yang membutuhkan waktu 30 menit untuk ditekan sebelum dimasak, dan citra merek yang membosankan dan sulit dijangkau. Hanya 8% rumah tangga di Inggris yang mengonsumsi tahu pada tahun 2023, namun David melihat potensi besar dengan membandingkannya dengan pasar tahu AS senilai £175 juta, memperkirakan nilai yang belum dimanfaatkan di Inggris sebesar £40 juta (dibandingkan dengan nilai sebenarnya sebesar £7 juta saat itu).

Dengan memanfaatkan pengalaman puluhan tahun mereka di industri FMCG—David di bagian penjualan di Mars dan Lydia di bagian ritel di Arla—mereka pertama-tama merombak produk tersebut. Menggunakan koagulan nigari tradisional Jepang sebagai pengganti kalsium sulfat, mereka menciptakan tahu ekstra padat dengan kadar air yang telah ditekan sebelumnya, sehingga mudah digunakan. Kemasan dan situs web resminya menawarkan panduan langkah demi langkah yang sederhana: tiriskan, potong, masak, nikmati, dengan enam metode persiapan (potong dadu, hancurkan, sobek, dll.) dan resep ala Barat seperti pizza tahu dan kari, yang mengintegrasikan tahu ke dalam kebiasaan makan masyarakat Inggris.

Strategi pemasaran mereka juga sangat tajam. Koneksi ritel Lydia membawa mereka masuk ke 2.000 toko Tesco pada tahun 2016. Mereka meyakinkan pembeli dengan data Kantar dan visi untuk mengembangkan kategori tersebut, bukan hanya bersaing. Dengan harga £2,30 untuk kemasan 280g—harga menengah dalam kategori tanpa daging—Naked Tofoo mereka menjadi SKU terlaris di pasar tahu pada tahun 2023, berekspansi ke semua supermarket besar di Inggris dan mengalami pertumbuhan 100% di saluran layanan makanan pada tahun 2025.

Pemasaran difokuskan pada uji rasa di toko, dengan peningkatan pengeluaran sebesar 89% pada tahun 2024—mereka percaya bahwa "satu gigitan lebih baik daripada seribu iklan". Tidak seperti merek nabati lainnya yang meniru daging, The Tofoo Co memposisikan tahu sebagai bahan tunggal dengan citra merek yang menyenangkan dan membumi: tanpa pesan lingkungan yang menggurui, hanya kalimat yang humoris dan mudah dipahami seperti "Ejaan ini salah. Kalimat ini juga salah. Tapi Tofoo bukan."

Inovasi produk adalah ciri khas mereka. Mereka menawarkan tahu dalam ukuran seperti pakaian (280g, 450g, 750g XXL) dan meluncurkan tahu beku pertama di Inggris, ditambah varian "tahu malas" yang sudah diasinkan dan dipotong—asap, sriracha, dan bahkan tahu orak-arik yang rasanya seperti telur. Kemasan yang berani dan berbentuk kotak dengan warna-warna cerah dan merek yang besar menonjol di rak, dengan petunjuk penggunaan yang jelas tercetak langsung di atasnya.

Dengan investasi dari dana Jerman Comitis Capital pada tahun 2024, The Tofoo Co berekspansi ke supermarket-supermarket terkemuka di Prancis pada tahun 2025 dan mengakuisisi produsen makanan nabati asal Jerman, Topas, pada tahun 2026, sehingga mendapatkan akses ke jaringan distribusi Eropa untuk peluncuran di Jerman. Hal ini membuka jalan bagi persaingan tahu di Eropa, dengan merek Korea Pulmuone juga mengincar pasar—namun Tiongkok, tempat kelahiran tahu, masih belum termasuk di dalamnya.

Perjalanan The Tofoo Co menawarkan pelajaran penting bagi merek makanan tradisional Tiongkok: globalisasi terletak pada penyederhanaan penggunaan, lokalisasi resep, dan membangun merek yang muda dan mudah didekati. Sama seperti Lipton yang mendefinisikan ulang teh Tiongkok, The Tofoo Co telah membayangkan kembali tahu—membuktikan bahwa bahan-bahan kuno dapat memenangkan hati global dengan inovasi cerdas. Kekuatan Tiongkok dalam penciptaan rasa, dipadukan dengan branding modern, dapat menjadikannya pemimpin tahu global. Dan masuknya Tofoo Co ke Tiongkok mungkin saja menjadi "ikan lele" yang akan memicu gelombang inovasi baru dalam industri tahu Tiongkok.


Waktu posting: 20 Maret 2026